Dari sisi status antara mahasiswa dan pekerja seks komersial (PSK) ibarat langit dan bumi. Predikat mahasiswa bagi banyak orang masih dianggap memiliki nilai lebih dibandingkan orang sebayanya yang tidak beruntung duduk di bangku kuliah.
Sejatinya, mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan untuk membawa negeri ini menjadi lebih baik dan sejahtera. Mengharumkan nama bangsa melalui ukiran prestasi yang tentu saja membanggakan.
Sayangnya, tidak semua mahasiswa menyadari posisi lebih yang disandangnya. Lihatlah misalnya berita yang diturunkan Tribun, hari ini (Jumat,1/8), yang mengulas adanya oknum mahasiswa yang melakukan pekerjaan tidak terpuji.
Oknum mahasiswa yang nota bene berasal dari perguruan tinggi ternama dan saat ini sedang menyelesaikan studinya, dilaporkan oleh seorang perempuan yang diketahui sebagai pekerja seks komersial (PSK) telah melakukan sesuatu yang tidak selayknya dilakukan seorang mahasiswa.
Ironisnya, prosesi pertemuan mereka justru terjadi di tempat dugem di salah satu hotel ternama di Makassar. Fakta ini setidaknya menunjukkan betapa perilaku sebagian calon pemimpin bangsa ini sudah menjadikan tempat hiburan malam sebagai salah satu cara untuk menghabiskan waktunya.
Padahal, sebagai mahasiswa yang duduk di semester akhir, waktunya seharusnya lebih banyak digunakan membaca buku atau melakukan penelitian untuk mendukung kapasitasnya sebagai mahasiswa.
Bagi PSK, THM tentulah bukanlah tempat yang asing karena di situlah memang komunitas mereka dalam menjaring lelaki hidung belang. THM dan PSK memang ibarat dua sisi mata uang.
Jangan salahkan jika ada publik yang berasumsi bahwa mahasiswa saat ini tidak lagi seheboh dengan mahasiswa yang dulu berjuang membebaskan negeri ini. Mahasiswa saat ini sudah lebih banyak memikirkan diri sendiri ketimbang berpikir untuk bangsa.
Semoga saja oknum mahasiswa yang diberitakan Tribun Timur tidak mewakili prototipe mahasiswa masa kini, tetapi yang bersangkutan hanyalah anak adam yang sedang khilaf.
Jumat, 01 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar